• Twitter
  • Technocrati
  • stumbleupon
  • flickr
  • digg
  • youtube
  • facebook

Follow our Network

PRIORITAS PENANGANAN JARINGAN JALAN UNTUK MENGINTEGRASIKAN PUSAT-PUSAT PEMASARAN PRODUK PERTANIAN

Label: , ,

Kabupaten Garut adalan wilayah yang didominasi oleh kegiatan pertanian, yang membutuhkan kegiatan pemasaran produk pertanian untuk meningkatkan produktivitas masyarakatnya. Fungsi pemasaran tersebut diperankan oleh pusat-pusat permukiman, sesuai dengan jangkauan pelayanannya. Antara pusat-pusat pemasaran tersebut terdapat keterkaitan yang saling nienunjang, yang secara fisik dibentuk oleh jaringan jalan. Penanganan jalan memerlukan anggaran yang besar, sehingga pada beberapa daerah, terutama yang memiliki PAD rendah, terjadi ketidakmerataan penanganan prasarana wilayah tersebut. Hal tersebut mengganggu keterkaitan pusat-pusat permukiman yang memiliki fiingsi pemasaran produk pertanian, yang akan mempengaruhi produktivitas masyarakat pada daerah yang didominasi oleh sektor pertanian tersebut. Studi ini dilakukan untuk merumuskan prioritas penanganan jaringan jalan yang secara efisien mengintegrasikan pusat-pusat pemasaran produk pertanian, dengan studi kasus Kabupaten Garut. Pada studi dilakukan identifikasi terhadap potensi, harga jual, pusat-pusat pemasaran, serta jalur pemasaran produk pertanian tanaman pangan. Kemudian dilakukan identifikasi terhadap kondisi, biaya penanganan, serta kebijakan penanganan jaringan jalan. Selanjutnya dilakukan analisis jalur dengan menggunakan metode "Shortest Path", dengan meninjau aspek jarak minimal dan total biaya penanganan minimal. Pada studi ini dilakukan perhitungan biaya penanganan jalan berdasarkan panjang, lebar jalan permukaan dan kondisi ruas jalan, dipadukan jenis penanganannya. Kemudian dilakukan analisis vilayah potensi pertanian dengan mengu utkan wilayah berdasarkan nilai produksi pertaniannya. Dari analisis jalur, analisis wilayah potensi pertanian, dan kebijakan penanganan jalan, ditabulasikan susunan prioritas penanganan jaringan jalan. Kabupaten Garut memiliki 13 pusat pemasaran, yang merupakan pasar kecamatan, dua terletak di selatan dan 11 di utara, dengan Tarogong sebagai pasar utama kabupaten. Jalur pemasaran produk pertanian bermula dari petani menuju ke kolektor tingkat desa/kecamatan, yang menetap di wilayah yang tidak memiliki pasar harian. Dari kolektor desa/kecamatan produk dialirkan menuju ke bandar kecamatan, yang menetap di wilayah yang memiliki pasar harian, yang selanjutnya dialirkan menuju ke bandar utama di Tarogong, atau ke bandar besar di luar kabupaten. Jalur pemasaran dipergunakan sebagai acuan pergerakan pada analisis jalur. Panjang jalan di Kabupaten Garut adalah 1.139,9 km, dimana 50%-nya terdapat di wilayah utara. Kondisi jaringan jalan di Kabupaten Garut adalah 73% berada dalam kondisi mantap, dimana 59%-nya berada di wilayah utara. Kebijakan penanganan jalan adalah memelihara jalan agar dapat dilalui sepanjang tahun, yang meliputi kegiatan pemeliharaan dan peningkatan. Kriteria dalam penanganan jalan tersebut adalah ruas jalan pada jalur menuju kawasan strategis, jalan dalam kota, dan jalan lainnya. Panjang jalan hasil analisis jalur berdasarkan jarak minimal yang menghubungkan pusat-pusat pemasaran adalah 38% dari total panjang jalan di Kabupaten Garut, dimana 44%-nya terdapat di wilayah utara. Jalur hasil analisis ini merupakan jalur ideal, karena merupakan jalur antar pusatpusat pemasaran yang terefrsien. Panjang jalan hasil analisis jalur berdasarkan total biaya penanganan minimal yang mengintegrasikan pusat-pusat pemasaran adalah 34% dari total panjang jalan di Kabupaten Garut, dimana 35%-nya terdapat di wilayah utara. Total biaya penanganan hasil analisis ini merupakan dana minimal yang hams disediakan Pemerintah Kabupaten Garut, karena jalur ini mengintegrasikan seluruh pusat pemasaran menuju ke Tarogong sebagai pasar utama. Dengan demikian jalan yang harus ditangani wilayah di utara maupun selatan dapat tertangani secara proporsional sesuai dengan fungsi keterhubungannya. Wilayah potensi pertanian tanaman pangan di Kabupaten Garut tersebar merata. Urutan wilayah potensi pertanian dipergunakan sebagai acuan penentuan wilayah yang perlu dihubungkan dan ditangani jaringan jalannya. Kajian prioritas menghasilkan tujuh urutan prioritas penanganan jaringan jalan, yang mencakup ruas-ruas yang perlu ditangani, letaknya, jenis penanganannya, dan besar anggaran yang dibutuhkan. Dari urutan prioritas tersebut disusun daftar penganggaran, sehingga dari anggaran yang diajukan dapat direkomendasikan ruas-ruas yang perlu ditangani.
GARUT SELATAN MAJU. Diberdayakan oleh Blogger.